Tampilkan postingan dengan label otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label otomotif. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Juni 2015



Jakarta, http://www.otomania.com - Jangan pernah meremehkan kondisi radiator karena fatal akibatnya. Yanu Suprapto, Kepala Mekanik Bengkel AHASS Sumber Jaya Motor mengatakan, radiator yang dibiarkan kering atau tidak diperhatikan perawatannya akan menyebabkan turun mesin.
"Beberapa komponen mesin seperti piston akan macet karena mesin panas, kemudian menyebabkan sepeda motor mati dan sulit untuk dihidupkan kembali. Kemudian seal water pump akan terbakar. Sehingga saat diisi cairan radiator, air justru bisa masuk ke ruang mesin. Jadi jangan sekali-kali meremehkan radiator, atau bisa keluar banyak uang," ujar Yanu kepada Otomania, Selasa (16/6/2015).
Yanu, menambahkan dirinya kerap kali menemukan pelanggan yang selalu meninggalkan radiator dalam kondisi kering dan berujung pada servis besar (turun mesin). Biaya yang dikeluarkan pada akhirnya tidak murah, yaitu minimal sekitar Rp 600.000. Jika kerusakan semakin parah maka bisa mencapai jutaan rupiah tergantung dari jenis sepeda motornya.
Selain harus menjaga air radiator agar tidak habis, ucap Yanu, hal penting lain yang harus dilakukan adalah menguras radiator; Upaya ini dilakukan agar  tidak terjadi karat dan muncul endapan-endapan yang dapat menyumbatkan saluran radiator.

Skutik

Kemudian untuk skutik khususnya, radiator berada di bawah dan rentan kotor, sehingga harus sering-sering dibersihkan dengan disemprot air agar kotorannya hilang, namun dengan semprotan yang tidak terlalu kencang.
"Air radiator seringnya hanya ditambahkan bukan diganti. Oleh karena itu penting untuk melakukan pengurasan dan membersikan radiator dari cairan lama, kemudian diisi kembali dengan air radiator yang baru. Hal tersebut bisa dilakukan setiap 25.000 sekali, namun ada baiknya jika 12.000 sekali. Menguras tidak dikenakan biaya, hanya cukup mebeli cairannya seharga Rp 22.000," ujar Yanu.



Penulis: Ghulam Muhammad Nayazri
Editor : Agung Kurniawan

Jakarta, http://www.otomania.com - Perkembangan teknologi sepeda motor saat ini sudah tergolong maju. Baik kelengkapan penunjang kenyamanan, keselamatan dan juga penghasil tenaga. Mesin termasuk bagian yang jadi target utama. Dalih efisiensi dan emisi jadi pertimbangan utama.

Namun hal tersebut sepertinya tidak terkomunikasi dengan baik ke konsumen. Terbukti hingga saat ini kebiasaan memanaskan sepeda motor di pagi hari atau sebelum memulai perjalanan masih dilakukan. Bahkan beberapa kalangan melakukan hal tersebut dalam waktu yang lama (lebih dari 5 jam).

Sarwono Edi, Technical Service Training Manager PT Astra Honda Motor (AHM), menjelaskan, sepeda motor injeksi sudah jauh lebih ”pandai” ketimbang yang menggunakan karburator. Kebutuhan bahan bakar untuk mesin sudah diatur oleh Engine Control Module (ECM) dan tak perlu menarik handel gas ketika dipanasi.

”Cukup 30 detik dan maksimal 1 menit. Biarkan stasioner saja, dan oli sudah dapat bersirkulasi dengan baik pada putaran mesin stasioner. Tidak perlu digeber-geber karena akan sia-sia,” ujar Edi.

Memanaskan mesin tak lebih lebih dari satu menit, menurut Sarwono ada beberapa keuntungan. Pertama, mesin sudah mendapat sirkulasi oli dengan baik. Kedua, suhu mesin sudah cukup hangat untuk melakukan perjalanan (running), dan ketiga, efisien dalam penggunaan bahan bakar atau tidak banyak terbuang percuma saat dipanasi.

Pemborosan
”Kalau terlalu lama (memanasi), bensin terbuang sia-sia. Sayang, lebih baik dibuat jalan. Lalu ada kemungkinan komponen lain seperti knalpot akan mengalami panas berlebihan. Bahkan bisa merusak cat knalpot tersebut,” jelasnya.

Andai tak dipanaskan pun, Sarwono berani menggaransi sepeda motor injeksi sudah siap diajak lari. Gejala ”brebet” ketika kurang panas, seperti yang sering dialami sepeda motor dengan karburator akan sangat jarang terjadi.

Salah satu bukti konkret, keberadaan tuas choke yang dulu dipasang untuk membantu ketika mesin sulit dihidupkan, kini sudah tak digunakan lagi. Bahkan saat ini keberadaannya sudah cukup langka untuk sepeda motor model baru. Pria ramah itu pun mengatakan bahwa sepeda motor fuel injection tidak memerlukan choke ,karena sudah mempunyai sensor yang mendeteksi suhu mesin, sehingga mudah dihidupkan.